ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali melauching buku Adat Meukawen Aceh Rayeuk yang diterbitkan oleh Majelis Adat Aceh (MAA Kabupaten Aceh Besar) yang digelar di Jantho Panorama Park, Kamis (20/01/2022).
Buku yang ditulis oleh Asnawi Zainun dan Muhajir Al-Fairusy tersebut memberikan gambaran dasar yang sangat penting terkait adat istiadat dalam perkawainan yang sebenarnya kepada masyarakat Aceh Besar.
Asnawi Zainun selaku pengarang buku tersebut menjelaskan bahwa perkawinan merupakan ritual sakral istiadat kehidupan masyarakat Aceh sehingga perkawinan menunjukan keseriusan masyarakat Aceh menempatkan agama dan adat dalam puncak lingkaran kehidupan manusia.
“Jika perkawinan menjadi ritual puncak dari siklus kehidupan manusia yang akan membentuk keluarga inti dan sebagai upaya meneruskan tradisi legal dalam agama dan norma masyarakat, oleh sebab itu buku ini merupakan pedoman dasar adat perkawinan Aceh Besar,” Jelas Ketua MAA Aceh Besar.
Kemudian Bupati Aceh Besar sangat mengapresiasiakan kepada MAA Aceh Besar yang telah meluncurkan buku tersebut sehingga sangat berguna bagi masyarakat agar dapat menjalankan adat perkawinan sesuai adat yang sebenarnya.
“Saya menyambut gembira kehadiran buku Adat Meukawen Aceh Rayek yang diterbitkan oleh Majelis Adat Aceh kabupaten Aceh Besar, dengan diterbitkannya buku ini masyarakat Aceh Besar dapat mempertahankan adat yang sebenarnya bagi masyarakat dalam melangsungkan perkawinan di Aceh Besar,” kata Bupati Aceh Besar.
Disamping itu Bupati Aceh Besar menambahkan bahwa adat yang sudah ada secara turun-temurun agar tetap terjaga dan terus diterapkan sampai generasi yang akan datang.
“Perlu diketahui bahwa Aceh Besar merupakan daerah yang kaya akan budaya dan nilai-nilai sejarah yang menyatu dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sejak zaman kerajaan terdahulu, tentu ini menjadi dasar lahirnya adat dan budaya yang masih kental hingga saat ini,” tutur Ir H Mawardi Ali.
Bupati Aceh Besar berharap dengan diterbitkannya buku ini dapat memberikan pedoman dasar dan utama bagi kehidupan masyarakat Aceh Besar dalam melangsungkan perkawinan.
“Buku ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan adat yang kompleks terhadap tradisi dan ritual lingkungan kehidupan manusia khususnya tradisi perkawinan di Kabupten Aceh Besar,” tutupnya. (r)
Discussion about this post